Kami percaya budidaya dapat menghasilkan lebih dari sekadar ikan. Melalui akses terhadap pangan bergizi, pemberdayaan masyarakat, penciptaan peluang ekonomi, dan kolaborasi lintas sektor, Amerta Fishery membangun aquaculture yang tumbuh bersama masyarakat.
10 Ton
Ikan disalurkan ke SPPG
Mendukung penyediaan sumber protein untuk Program Makan Bergizi Gratis.
50 Orang
Kelompok rentan diberdayakan
Dilibatkan dalam kegiatan produktif dan memperoleh manfaat ekonomi.
5 Mitra
Mitra sosial
Berkolaborasi dalam program pemberdayaan dan dampak sosial.
30%
Profit untuk dhuafa
Dialokasikan dari profit program untuk mendukung kesejahteraan kaum dhuafa.
OUR IMPACT
Tiga pilar yang kami tumbuhkan bersama.
01 · PANGAN & GIZI
Dari kolam, menjadi sumber protein untuk lebih banyak orang.
Sebagian hasil produksi Amerta Fishery disalurkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ikan menjadi salah satu sumber protein hewani yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Bagi kami, keterlibatan dalam rantai pasok program pangan bukan hanya tentang mengirim hasil panen, tetapi tentang memastikan aktivitas budidaya dapat berkontribusi pada akses pangan bergizi yang lebih luas.
Di Parungkuda, Sukabumi, Amerta Fishery menjalankan program Social Impact Aquaculture melalui kolaborasi dengan Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Rumah Pemberdayaan Al-Muhtadiin.
Program ini menghubungkan kegiatan budidaya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebagian profit yang dihasilkan dialokasikan untuk mendukung kesejahteraan kaum dhuafa, sehingga nilai ekonomi dari setiap siklus budidaya dapat kembali memberikan manfaat kepada masyarakat.
Komitmen pemberdayaan juga kami terapkan melalui keterlibatan masyarakat dari kelompok rentan dalam kegiatan operasional, sehingga aktivitas aquaculture dapat sekaligus membuka kesempatan memperoleh penghasilan dan pengalaman kerja produktif.
Lebih efisien dalam budidaya, lebih bertanggung jawab dalam bertumbuh.
Kami terus mengembangkan sistem budidaya yang lebih terukur melalui pengelolaan kualitas air, formulasi pakan, pemantauan pertumbuhan, dan penerapan teknologi aquaculture.
CTENOID, CYCLOID, dan LarvaGenix menjadi bagian dari upaya kami mengembangkan nutrisi sesuai kebutuhan ikan pada setiap fase pertumbuhan. Bagi Amerta, efisiensi bukan hanya tentang menekan biaya, tetapi tentang menggunakan sumber daya dengan lebih baik untuk membangun produksi yang produktif dan berkelanjutan.
Efisiensi sumber dayaInovasi nutrisiProduktivitasAquaculture berkelanjutan
SOCIAL IMPACT AQUACULTURE · PARUNGKUDA
Satu kolam dapat menumbuhkan lebih dari satu manfaat.
Program CSR Amerta Fishery di Parungkuda, Sukabumi dikembangkan bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Rumah Pemberdayaan Al-Muhtadiin untuk menjadikan budidaya ikan sebagai aktivitas ekonomi produktif sekaligus instrumen pemberdayaan.
Modelnya sederhana: budidaya menghasilkan ikan, ikan menciptakan nilai ekonomi, dan sebagian nilai tersebut dikembalikan kepada masyarakat.
01
BUDIDAYA
Ikan dibesarkan melalui kegiatan aquaculture produktif.
02
PANEN & PASAR
Hasil produksi diserap dan dipasarkan melalui ekosistem Amerta Fishery.
03
PROFIT
Budidaya menghasilkan nilai ekonomi untuk keberlanjutan program.
04
SOCIAL RETURN
Sebagian profit dialokasikan untuk mendukung kesejahteraan kaum dhuafa.
05
SIKLUS BERIKUTNYA
Aktivitas produktif dilanjutkan agar manfaat tidak berhenti pada satu kali bantuan.
Bukan sekadar memberi bantuan, tetapi membangun aktivitas produktif yang dapat terus menghasilkan manfaat.
FOOD & NUTRITION IMPACT
Dari hasil panen, menuju akses gizi yang lebih baik.
Sebagian produksi Amerta Fishery turut memasok kebutuhan ikan untuk Program Makan Bergizi Gratis melalui SPPG. Melalui ikan sebagai sumber protein hewani, kami ingin agar pertumbuhan sektor aquaculture juga dapat mengambil bagian dalam upaya memperluas akses terhadap pangan bergizi.
Farm → Panen → Distribusi → SPPG → Pangan Bergizi
OUR CONTRIBUTION
Impact yang terhubung dengan tujuan yang lebih besar.
Aktivitas Social Impact Aquaculture Amerta Fishery memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pemberdayaan ekonomi, produksi pangan, kesempatan kerja, praktik produksi, dan kolaborasi.
SDG 1 · Tanpa Kemiskinan
Pemberdayaan ekonomi dan alokasi sebagian profit program bagi kaum dhuafa.
SDG 2 · Tanpa Kelaparan
Produksi ikan dan dukungan supply protein hewani untuk program pangan dan gizi.
SDG 3 · Kehidupan Sehat & Sejahtera
Kontribusi terhadap akses sumber protein untuk mendukung pemenuhan gizi.
SDG 8 · Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi
Membuka aktivitas ekonomi produktif dan kesempatan kerja, termasuk bagi kelompok masyarakat rentan.
SDG 10 · Berkurangnya Kesenjangan
Mendorong kelompok yang memiliki keterbatasan akses ekonomi agar dapat terlibat dan memperoleh manfaat.
SDG 12 · Konsumsi & Produksi yang Bertanggung Jawab
Pengembangan budidaya yang lebih terukur dan efisien dalam penggunaan sumber daya.
SDG 17 · Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kolaborasi perusahaan, yayasan, lembaga pemberdayaan, SPPG, dan berbagai mitra untuk menciptakan dampak bersama.
IMPACT IN ACTION
Dampak yang diwujudkan melalui aksi nyata.
01
Social Impact Aquaculture
Budidaya untuk pemberdayaan
Program budidaya di Parungkuda menghubungkan kegiatan ekonomi produktif dengan pemberdayaan masyarakat dan dukungan bagi kaum dhuafa.
02
Inclusive Employment
Membuka kesempatan untuk kelompok rentan
Kami melibatkan masyarakat dari kelompok rentan dalam kegiatan operasional untuk membuka akses terhadap pekerjaan dan penghasilan produktif.
03
Food & Nutrition
Ikan untuk akses gizi yang lebih baik
Sebagian hasil produksi disalurkan melalui SPPG untuk mendukung penyediaan sumber protein dalam Program Makan Bergizi Gratis.
04
Collaborative Impact
Bertumbuh melalui kolaborasi
Kami bekerja bersama yayasan, lembaga pemberdayaan, dan mitra lainnya untuk memperluas manfaat yang dapat dihasilkan dari ekosistem aquaculture.